Relawan
Sosok Muzakir Pejuang Kebaikan dari Lampung yang Terus Berkarya bersama TurunTangan
Muzakir sedang memberikan materi kerelawan (foto:dok pribadi)
LAMPUNG - Menjadi relawan adalah kebanggaan tersendiri bagi banyak orang, terutama ketika melalui aksi kerelawanan, kita dapat memberikan dampak positif bagi orang lain.
Salah satu sosok yang terus berjuang di garis depan kebaikan ini adalah Ahmad Muzakir, seorang relawan dari Lampung yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Program Gerakan TurunTangan Lampung.
Muzakir yang kini berusia 26 tahun, memulai perjalanannya di TurunTangan Lampung pada awal tahun 2024. Kala itu, ia baru saja menyelesaikan masa jabatannya di salah satu komunitas di Lampung dan merasa tertarik untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial yang berdampak luas.
“Dari SMA, saya sudah tertarik dengan organisasi atau komunitas. Jadi, setelah tidak lagi di komunitas tersebut, saya mencari komunitas yang memberikan dampak baik bagi masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon.
Pertemuan dengan Rosya selaku Koordinator TurunTangan Lampung, akhirnya menjadi titik awal kontribusi Muzakir dalam gerakan tersebut.
TurunTangan tidak hanya mengubah cara pandang Muzakir terhadap kegiatan sosial, tetapi juga membuka matanya terhadap isu-isu politik, pendidikan, sosial, dan lingkungan.
“Gerakan ini sangat memengaruhi hidup saya, tidak hanya soal kegiatan sosial, tetapi juga meningkatkan kesadaran saya tentang politik dan kondisi sekitar,” imbuhnya.
Muzakir berharap kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama TurunTangan dapat terus berlangsung dan mengubah cara pikir generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, di tengah perpolitikan yang semakin dinamis, Muzakir menegaskan pentingnya untuk tetap mengawal jalannya politik dengan kritis.
“Ketika kita menemukan kekeliruan, kita perlu menyuarakan dengan baik, baik melalui media sosial ataupun dengan cara lain,” kata Muzakir.
Baginya Muzakir, dialog dengan para tokoh politik menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong perubahan yang lebih baik.
Salah satu momen berkesan bagi Muzakir selama bergabung di TurunTangan Lampung adalah ketika ia dan timnya mengadakan kegiatan di sebuah panti asuhan di Lampung.
Mereka berbagi kebahagiaan bersama anak-anak, memberikan motivasi, serta mengajak anak-anak untuk berkreasi dengan menuangkan ide-ide mereka ke dalam sebuah karya di atas kertas.
Kegiatan itu kemudian diakhiri dengan acara buka puasa bersama. Pengalaman tersebut merupakan kegiatan pertama Muzakir di TurunTangan Lampung, dan sangat berkesan
Kemudian, Muzakir juga membagikan pengalaman inspiratif lainnya saat menjadi relawan di Pulau Tegal Mas, Pesawaran, Lampung, di mana terdapat PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang menaungi anak-anak di pulau tersebut.
Muzakir dan timnya disambut dengan penuh antusias oleh anak-anak setempat, yang dengan semangat menanti kedatangan mereka bahkan sebelum perahu mereka menepi.
“Semangat mereka dalam belajar, keramahan mereka, itu memberikan suntikan motivasi bagi saya dan tim untuk terus menebarkan kebaikan,” ungkap Muzakir.
Namun, perjalanan kerelawanan tentu tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya Muzakir merasa lelah dan ingin mundur.
“Pengalaman tidak mengenakkan salah satunya adalah ketika harus berjuang sendirian. Terbersit keinginan untuk pergi meninggalkan dunia kerelawanan,” ujarnya.
Namun, ia kembali menemukan semangatnya ketika bertemu dengan orang-orang yang memiliki visi yang sama. Membayangkan senyum anak-anak yang Muzakir temui, wajah-wajah rekan yang satu perjuangan, itulah yang membuat ia kembali bersemangat.
Di ulang tahun ke-11 Gerakan TurunTangan pada 20 September 2024, Muzakir merasa bahwa perjalanan ini memberikan makna tersendiri. Di usia 11 tahun ini, Muzakir ingin memberikan kontribusi lebih, menyebarkan kebaikan lebih luas lagi, seperti tagline TurunTangan: ‘Pejuang Bukan? Hadapi!’ Sebagai pejuang kebaikan, tentu tantangan selalu ada, namun bagaimana cara kita menghadapinya itulah yang akan memberikan makna.
Muzakir berharap agar Gerakan TurunTangan di masa depan tidak hanya memberikan dorongan moral, tetapi juga dukungan materiil bagi para relawan di daerah.
“Salah satu kendala dalam melaksanakan program adalah pendanaan. Semoga ke depannya, kita bisa menyebarkan kebaikan hingga ke pelosok negeri,” pungkas Muzakir.

Komentar
Posting Komentar