Buka Mata
Pentingnya Keterlibatan Anak Muda dalam Politik Untuk Membangun Generasi Pemimpin yang Berintegritas
Banyak anak muda saat ini menganggap politik sebagai sesuatu yang tidak relevan dalam kehidupan mereka. Mereka sering kali menilai politik dengan sebelah mata, menganggapnya sebagai hal yang sia-sia dan hanya membuang waktu. Persepsi ini diperparah dengan pandangan bahwa politik identik dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Namun, sudut pandang sempit ini justru dapat menghambat perkembangan bangsa.
Politik bukan hanya soal pemilu yang diadakan setiap lima
tahun atau pemilihan kepala daerah. Sebenarnya, politik mencakup seluruh aspek
kehidupan manusia, mulai dari sebelum kita lahir hingga akhirnya meninggalkan
dunia ini. Pandangan politik sebagai kebijakan publik yang berpengaruh pada
kehidupan sehari-hari harus diperkenalkan, bukan hanya sebagai arena perebutan
kekuasaan oleh elit yang haus kekuasaan.
Generasi muda sebagai penerus bangsa seharusnya memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap isu-isu politik. Apapun kebijakan politik yang dibuat, akan mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu, penting bagi anak muda untuk bergotong royong dan saling tolong menolong dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Keterlibatan dalam politik sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan keluarga. Kaderisasi politik yang dimulai dari keluarga harus fokus pada pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan demokrasi substansial. Artinya, harus lebih menekankan pada pembentukan modal sosial, bukan sekadar modal ekonomi.
Memang, kaderisasi politik yang menekankan nilai-nilai
demokrasi substansial tidak selalu menjamin kemenangan dalam realpolitik.
Namun, ketika tren kaderisasi politik yang baik ini berkembang, maka akan
tumbuh harapan lahirnya para negarawan yang hebat, yang jauh dari tradisi
transaksional, pragmatisme sempit, dan jebakan keserakahan.
Para mentor politik di lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam memulai proses kaderisasi politik ini. Proses ini diharapkan dapat melahirkan para pemimpin yang pro-demokrasi substansial. Jika pemimpin hanya dihasilkan dari "menang-menangan" modal ekonomi dan manuver politik tanpa batas, maka kita sendiri yang akan terus mempertahankan politik yang destruktif.
Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk lebih terbuka dan aktif dalam dunia politik. Dengan begitu, kita bisa menciptakan politik yang lebih baik dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas, yang benar-benar peduli terhadap kesejahteraan rakyat, dan yang jauh dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini bukan hanya tanggung jawab para politisi, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga negara yang peduli terhadap masa depan bangsa.

Komentar
Posting Komentar