Forum Group Discussion
Hadiri FGD RRI, Unika Atma Jaya Dukung Digitalisasi Penyiaran
UAJ mengirimkan lima perwakilan terdiri dari tiga mahasiswa dan dua dosen. Tiga mahasiswa yang terlibat adalah Chica Dewi, Bernadeth Nathania, dan Fabrianus Eka, yang merupakan asisten laboratorium komunikasi radio. Dua dosen yang mendampingi adalah Prof. Dorien Kartikawangi selaku Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Komunikasi (FIABIKOM), dan Satria Kusuma selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katholik Atma Jaya.
Dalam kesempatan ini, Atma Jaya berkomitmen untuk mendukung terkait digitalisasi penyiaran, termasuk pengenalan sistem penyiaran digital yang lebih hemat energi, untuk kemajuan teknologi dalam bidang penyiaran.
Acara ini dihadiri oleh dua keynote speaker utama, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Dalam sambutannya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyoroti urgensi digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas serta manfaat bagi masyarakat. "Digitalisasi adalah hal yang niscaya untuk produktivitas dan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap RRI dapat memainkan peran signifikan dalam mengurangi judi online dan menyebarluaskan informasi yang positif,"ujar Budi Arie.
Sementara itu, Meutya Hafid, yang memberikan sambutan melalui video, menekankan pentingnya media radio untuk beradaptasi dengan perkembangan digital agar tetap relevan dan memberikan kontribusi yang adil dalam ekosistem media yang terus berkembang.
Chica Dewi, salah satu perwakilan mahasiswa dari Atma Jaya, mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab mengenai solusi yang ditawarkan Radio Republik Indonesia untuk menarik minat Gen Z serta kemungkinan inisiatif untuk berkolaborasi dengan berbagai universitas untuk kedepanya.
FGD ini berfokus pada dua aspek utama diantaranya tentang kesiapan industri penyiaran radio dalam menghadapi digitalisasi penyiaran dan langkah-langkah yang perlu disiapkan untuk mengatasi tantangan digitalisasi tersebut.
Pada FGD kali ini dihadiri juga mahasiswa dari berbagai universitas ternama seperti UI, Moestopo, UNJ, Binus, Sahid, LSPR, dan Paramadina, menandakan minat dan kepedulian yang besar dari kalangan akademisi terhadap perkembangan digitalisasi penyiaran radio di Indonesia.

Komentar
Posting Komentar