Traveling
Berkeliling Jakarta Bersama Benny dan Marthen
Benny dan Marthen saat di kereta (dok:foto pribadi) Mengajak teman untuk berkeliling ibu kota adalah pengalaman yang tak terlupakan, terlebih jika teman tersebut berasal dari daerah yang jauh seperti Papua. Inilah yang dialami oleh Benny dan Marthen, dua pemuda asal Kabupaten Supiori, yang terletak di Pulau Biak, Papua. Kedua pemuda ini baru saja menginjakkan kaki di Jakarta untuk pertama kalinya, dalam rangka mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa/Kampung Kabupaten Supiori yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.Selama lima hari berada di Jakarta, Benny dan Marthen tak hanya mengikuti kegiatan resmi, tetapi juga menikmati momen-momen spesial berkeliling kota bersama dua sahabat mereka, Iyan dan Jojo Raharjo. Kunjungan pertama mereka dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI), ikon Jakarta yang megah dan ramai. Di tempat ini, Benny dan Marthen merasa takjub melihat gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, sesuatu yang tak pernah mereka saksikan di Biak.
"Bagus Jakarta, kotanya besar dan banyak kendaraan," ujar Marthen dengan senyum lebar, sembari menikmati hiruk-pikuk suasana ibu kota. Setelah berfoto di Bundaran HI, mereka bergegas menuju stasiun MRT terdekat untuk merasakan sensasi berkeliling Jakarta menggunakan kereta. Pengalaman ini sangat berkesan bagi mereka, karena di Biak, kereta merupakan sesuatu yang langka dan baru pertama kali mereka lihat.
Sepanjang perjalanan dari Stasiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus, Benny dan Marthen begitu antusias. Mereka tak henti-hentinya berfoto dan mengabadikan pemandangan malam hari Jakarta dari dalam kereta MRT. "Baru pertama kali naik kereta, bagus sekali," ungkap Benny dengan penuh semangat.
Petualangan mereka berlanjut hingga ke Blok M, di mana mereka mencicipi kuliner legendaris Jakarta, Gulai Tikungan, atau yang akrab disebut Gultik. Sambil menyantap delapan piring gulai dan tiga belas tusuk sate, Marthen mengungkapkan rasa puasnya, "Enak sekali makanannya, kami baru merasakan ini di sini."
Malam itu, setelah kenyang menikmati kuliner Jakarta, mereka melanjutkan perjalanan dengan MRT dari Stasiun Blok M BCA menuju hotel tempat mereka menginap. Ketika tiba di Stasiun ASEAN, Jojo harus berpisah karena melanjutkan perjalanan pulang ke Tangerang, sementara Benny dan Marthen melanjutkan perjalanan ke Stasiun Bundaran HI. Dari sana, mereka naik Transjakarta ke halte Monas, sebelum akhirnya pulang ke Hotel Alia menggunakan layanan transportasi daring.
Benny dan Marthen dijadwalkan kembali ke Biak pada tanggal 10 Agustus. Sebelum berpisah, mereka berpesan, "Semoga Papua dan beberapa daerah tertinggal bisa dibangun maju seperti Jakarta." Harapan besar mereka menunjukkan semangat untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi tanah kelahiran mereka.
Selamat kembali ke Supiori, Biak, calon pemimpin bangsa, Benny dan Marthen! Semoga perjalanan kalian di Jakarta memberikan inspirasi dan semangat untuk membangun Papua.
Selama lima hari berada di Jakarta, Benny dan Marthen tak hanya mengikuti kegiatan resmi, tetapi juga menikmati momen-momen spesial berkeliling kota bersama dua sahabat mereka, Iyan dan Jojo Raharjo. Kunjungan pertama mereka dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI), ikon Jakarta yang megah dan ramai. Di tempat ini, Benny dan Marthen merasa takjub melihat gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, sesuatu yang tak pernah mereka saksikan di Biak.
"Bagus Jakarta, kotanya besar dan banyak kendaraan," ujar Marthen dengan senyum lebar, sembari menikmati hiruk-pikuk suasana ibu kota. Setelah berfoto di Bundaran HI, mereka bergegas menuju stasiun MRT terdekat untuk merasakan sensasi berkeliling Jakarta menggunakan kereta. Pengalaman ini sangat berkesan bagi mereka, karena di Biak, kereta merupakan sesuatu yang langka dan baru pertama kali mereka lihat.
Sepanjang perjalanan dari Stasiun Bundaran HI menuju Lebak Bulus, Benny dan Marthen begitu antusias. Mereka tak henti-hentinya berfoto dan mengabadikan pemandangan malam hari Jakarta dari dalam kereta MRT. "Baru pertama kali naik kereta, bagus sekali," ungkap Benny dengan penuh semangat.
Petualangan mereka berlanjut hingga ke Blok M, di mana mereka mencicipi kuliner legendaris Jakarta, Gulai Tikungan, atau yang akrab disebut Gultik. Sambil menyantap delapan piring gulai dan tiga belas tusuk sate, Marthen mengungkapkan rasa puasnya, "Enak sekali makanannya, kami baru merasakan ini di sini."
Malam itu, setelah kenyang menikmati kuliner Jakarta, mereka melanjutkan perjalanan dengan MRT dari Stasiun Blok M BCA menuju hotel tempat mereka menginap. Ketika tiba di Stasiun ASEAN, Jojo harus berpisah karena melanjutkan perjalanan pulang ke Tangerang, sementara Benny dan Marthen melanjutkan perjalanan ke Stasiun Bundaran HI. Dari sana, mereka naik Transjakarta ke halte Monas, sebelum akhirnya pulang ke Hotel Alia menggunakan layanan transportasi daring.
Benny dan Marthen dijadwalkan kembali ke Biak pada tanggal 10 Agustus. Sebelum berpisah, mereka berpesan, "Semoga Papua dan beberapa daerah tertinggal bisa dibangun maju seperti Jakarta." Harapan besar mereka menunjukkan semangat untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi tanah kelahiran mereka.
Selamat kembali ke Supiori, Biak, calon pemimpin bangsa, Benny dan Marthen! Semoga perjalanan kalian di Jakarta memberikan inspirasi dan semangat untuk membangun Papua.

Komentar
Posting Komentar