Kesehatan
Viral di Media Sosial Parfum Sebabkan Kanker, Ini Faktanya
Viral narasi menyebutkan bahwa parfum, dry clean dapat menyebabkan kanker (foto:Youtube Tempo.co)
Baru-baru ini, beredar narasi viral di WhatsApp dan sejumlah akun Facebook yang menyebutkan bahwa parfum dan wewangian dari dry clean bisa menyebabkan kanker. Parfum sering digunakan sebagai pewangi pakaian dan untuk memberikan aroma segar pada tubuh.
Narasi tersebut bercerita tentang seorang wanita yang sering menggunakan parfum, pengharum ruangan, dan aromaterapi, hingga akhirnya meninggal menjelang pernikahannya di usia 31 tahun karena kanker. Pesan viral ini juga menyebutkan bahwa Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, meninggal karena kanker yang dipicu oleh wewangian yang keluar dari proses pencucian pakaian tanpa air alias dry clean.
Namun, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Aru Wicaksono Sudoyo, menegaskan, “Tidak ada bukti yang mendukung kekhawatiran tersebut," ujar Aru. Lebih lanjut Aru juga menjelaskan tentang uji coba pada tikus yang menunjukkan parfum dapat menyebabkan kanker pada hewan tersebut. Menurutnya, dosis mematikan toksisitas pada hewan berbeda dengan manusia.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan oleh Tempo.com, yang dikutip dari detik.com, narasi ini adalah hoaks. Australian Cancer Council, selaku lembaga amal penderita kanker, mengungkapkan tidak ada bukti bahwa penggunaan produk wewangian menyebabkan kanker. Semua parfum mengandung bahan kimia, tetapi kadarnya sudah diatur oleh lembaga resmi pemerintahan.
Hingga saat ini, tidak ada bukti literatur yang menyebutkan bahwa parfum, pengharum ruangan, dan dry clean bisa menyebabkan kanker.
Sumber Refrensi: YouTube Tempo.com https://youtu.be/fny48Mq90ZM?si=2oD9eztwhJn-HYXl

Komentar
Posting Komentar