Kesehatan

Waspada Roti Aoka dan Okko Diduga Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya

 
 
   Roti Aoka  dan Okko (Foto: Tempo TV)
 

Roti telah menjadi makanan pokok yang umum dijadikan sarapan sejak lama. Selain bergizi, roti juga dinilai memiliki serat yang baik untuk pencernaan. Meskipun roti memiliki beberapa manfaat, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam memilih roti yang dijual di pasaran bebas.

Roti Aoka dan Okko dituding mengandung bahan pengawet berbahaya. Roti ini sering dijumpai di warung-warung kelontong dengan harga berkisar antara Rp 2.000,00 hingga Rp 3.000,00 dan tersedia dalam berbagai varian rasa seperti coklat, pandan, keju, dan lainnya. Roti Aoka diproduksi oleh PT Indonesia Bakrey Family (PT IBF), sedangkan Roti Okko diproduksi oleh PT Abadi Rasa Food (ARF). Kedua perusahaan tersebut berbasis di Bandung. Berdasarkan penelusuran dari Tempo, hasil sampel laboratorium menunjukkan bahwa kedua jenis roti ini mengandung Sodium Dehydroacetate (SDN atau SDR), yang biasanya digunakan dalam kosmetik dan produk perawatan pribadi karena sifat antimikrobanya.

"Ya, wajar saja jika daya tahannya menjadi panjang, bisa berbulan-bulan bahkan ditemukan masih layak konsumsi setelah 6 bulan," kata Retno Sulistyowati saat berbicara di podcast Tempo. Menurut penelusuran yang dikutip dari Tempo, kedua perusahaan ini dimiliki oleh warga negara asing yang semuanya berasal dari China. Roti Aoka dan Okko tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia seperti NTT, NTB, Sulawesi, dan Kalimantan. Retno Sulistyowati menyebutkan bahwa di Kalimantan, setiap bulan terdapat 20 kontainer yang mengangkut roti Aoka dan Okko untuk didistribusikan ke warung-warung.

Kedua roti ini menargetkan pasar masyarakat menengah ke bawah dan tidak ditemukan di supermarket. Diduga, banyak UMKM pembuat roti rumahan yang gulung tikar akibat maraknya peredaran kedua jenis roti ini yang sering ditemukan di warung kelontong dan toko sembako dengan harga yang lebih terjangkau.

Sumber refrensi: https://youtu.be/dWsNgIUAnj4?si=_ddoG0f3OFYo8SgY (YT TEMPODOTCO)

Roti Aoka, yang diproduksi PT Indonesia Bakery Family (PT IBF), disebut mengadung sodium dehydroacetate dan masa kedaluwarsa mencapai 6 bulan sebagaimana dikutip oleh beberapa media.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul " Roti Aoka Harga Rp2.000-an Dituding Berbahaya, Cek Varian Rasanya ", Klik selengkapnya di sini: https://www.bisnis.com/read/20240719/638/1783848/roti-aoka-harga-rp2000-an-dituding-berbahaya-cek-varian-rasanya.
Author: Rio Sandy Pradana
Editor : Rio Sandy Pradana

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Roti Aoka, yang diproduksi PT Indonesia Bakery Family (PT IBF), disebut mengadung sodium dehydroacetate dan masa kedaluwarsa mencapai 6 bulan sebagaimana dikutip oleh beberapa media.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul " Roti Aoka Harga Rp2.000-an Dituding Berbahaya, Cek Varian Rasanya ", Klik selengkapnya di sini: https://www.bisnis.com/read/20240719/638/1783848/roti-aoka-harga-rp2000-an-dituding-berbahaya-cek-varian-rasanya.
Author: Rio Sandy Pradana
Editor : Rio Sandy Pradana

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemacetan Jatiwaringin

Atma Radio

Orange